Anak Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Patroli Sahur,Delapan Pelaku Masih Berkeliaran ~ Pojok Kiri Malang Probolinggo
RUNNING STORY :
Loading...

Anak Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Patroli Sahur,Delapan Pelaku Masih Berkeliaran

-

Baca Juga

Anak Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Usai Patroli Sahur,Delapan Pelaku Masih Berkeliaran



PROBOLINGGO,pojokkirimapro.com.Seorang remaja berusia 14 tahun, AFAF, putra seorang anggota kepolisian, menjadi korban pengeroyokan oleh delapan orang tak dikenal setelah mengikuti patroli sahur di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Insiden terjadi pada Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 02.00 WIB di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.


Korban diketahui tengah dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor bersama temannya seusai ronda sahur. Namun, di tengah jalan, sekelompok remaja tiba-tiba menghadang dan menyerangnya secara brutal. Korban mengalami luka-luka akibat pukulan dan tendangan dari para pelaku.


Ayah korban, Safik Udin, yang juga anggota kepolisian, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Probolinggo Kota. Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/38/III/2024/SPKT/POLRES PROBOLINGGO KOTA/POLDA JAWA TIMUR. Kasus ini diselidiki berdasarkan Pasal 80 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


“Anak saya diserang tanpa alasan yang jelas. Mereka memukul dan menendangnya hingga mengalami luka. Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku,” ujar Safik Udin kepada wartawan.


Sejumlah warga sekitar mengaku sempat mendengar keributan sebelum mengetahui bahwa seorang remaja menjadi korban pengeroyokan. Beberapa warga berusaha menolong korban yang sudah dalam kondisi lemah setelah diserang.


"Saya dengar suara ribut-ribut, lalu saya datangi. Awalnya saya kira hanya bercanda, tetapi ternyata benar ada perkelahian," kata seorang saksi mata, Faisol.


Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan terhadap anak di bawah umur. Masyarakat berharap kepolisian bertindak cepat untuk menangkap para pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.


Ibu korban, D Masita, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga dua minggu setelah kejadian, belum ada tersangka yang ditangkap.


“Kami ingin kepolisian bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang. Anak saya masih trauma,” kata Masita.


Korban telah mengidentifikasi empat dari delapan pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan. Pihak keluarga bahkan telah mengantongi foto dan identitas beberapa pelaku, yang kini telah diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.


Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif di balik pengeroyokan dan memastikan seluruh pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.(Iday/Ysn).

Mungkin Juga Menarik × +
PERISTIWA
HUKUM
WISATA

 
PT POJOK KIRI MEDIA © 2007 - 2018 Pojokkiri.co All right reserved Alamat Redaksi : Jl Gayungsari Timur No.35 Surabaya,Jawa Timur
Atas
Night Mode