ART Di Probolinggo Diduga Kuras ATM Majikan, Anak Korban Laporkan ke Polisi
-Baca Juga
ART Di Probolinggo Diduga Kuras ATM Majikan, Anak Korban Laporkan ke Polisi
PROBOLINGGO,pojokkirimapro.com.Seorang asisten rumah tangga (ART) di Kota Probolinggo diduga melakukan pencurian dengan modus pengurasan saldo ATM milik majikannya. Kejadian ini dilaporkan oleh Nurul Widyanti 46, anak dari korban, setelah saldo ATM ibunya raib sebesar Rp22 juta secara bertahap.
Nurul mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, ibunya sering mengajak ART tersebut untuk menemaninya ke toko emas dan ATM. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan ibunya yang sudah lanjut usia dan memerlukan bantuan dalam aktivitas sehari-hari bekerja dirumah orang tuanya di Jalan Supriadi Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo Jawa Timur,ujarnya saat ditemui media ini,Rabu (26/3/25) siang.
"ART ini sering diajak ibu saya ke ATM untuk membantu penarikan uang. Ibu juga pernah mengajak dia menjual perhiasan di toko emas," ujar Nurul saat melaporkan kasus ini ke Polres Probolinggo Kota pada 19 Maret 2025.
Kecurigaan mulai muncul ketika ART tersebut tiba-tiba tidak masuk kerja dan berhenti tanpa pamit. Saat ibunya hendak menarik uang dari ATM, saldo di dalamnya sudah kosong. Hal ini membuat Nurul langsung mengambil langkah hukum.
"Dari situ saya mulai curiga, apalagi ART ini mendadak tidak datang lagi ke rumah tanpa memberi tahu alasan. Saat ibu ingin mengambil uang, ternyata sudah habis," tambahnya.
Dugaan pencurian ini diperkirakan dilakukan secara bertahap, mengingat saldo ATM sebelumnya masih tersedia dalam jumlah cukup besar. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Polisi telah menerima laporan dan tengah mengumpulkan bukti serta saksi untuk mengungkap kejadian ini. "Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan menelusuri rekaman transaksi serta saksi-saksi terkait," ujar seorang petugas kepolisian yang menangani kasus ini.
Dalam laporan polisi yang diterima, kejadian pengurasan ATM ini diduga terjadi di kawasan Sukabumi, Kota Probolinggo. Pihak keluarga korban berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan akses finansial kepada orang lain, termasuk asisten rumah tangga. "Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang agar lebih waspada," pungkas Nurul.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan ART yang diduga menjadi pelaku. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika mengetahui informasi terkait keberadaan terduga pelaku.(Iday/Ysn).